Praktek Kerja Pengabdian Masyarakat IBI Darmajaya 2014

Pelaksanaan PKPM ke 2 IBI Darmajaya di desa Margorejo, Jati Agung, Lampung Selatan

Foto Bersama Kepala Desa Margorejo

Kebersamaan Mahasiswa PKPM IBI Darmajaya bersama Pak Budiyono, selaku Kepala Desa Margorejo

Kunjungan Ke UKM Bebek Dan Lele

Kunjungan mahasiswa PKPM IBI Darmajaya ke usaha budidaya bebek dan lele milik Faisal di Dusun III Margorejo

UKM Wayang Kertas Desa Margorejo

Usaha pembuatan Wayang Kertas Desa Margorejo yang dikelola oleh bapak Sumarsono Dusun II Desa Margorejo

UKM Sulam Usus

Salah satu hasil kerajinan Sulam Usus Riyanti, dengan desain yang bagus dan rapi namum memiliki harga yang terjangkau

Minggu, 31 Agustus 2014

UKM Wayang Kertas



Wayang merupakan kesenian tradisional dari Indonesia. Kesenian wayang ini berkembang pesat di daerah pulau Jawa dan Bali. Wayang sendiri terpengaruh dari budaya Jawa dan Bali. Banyak tokoh-tokoh wayang yang tercipta dalam perkembangannya. Seperti Gareng, Petruk, Arjuna, Sinta, Siwa dan lain-lain.



Seperti yang kita tahu ada beberapa bahan yang dapat membuat sebuah wayang, salah satu yang kita kenal adalah bahan kulit. Wayang kulit mudah ditemui di daerah-daerah sekitar Pulau Jawa. Wayang kulit menggunakan bahan kulit sapi sebagai dasarnya. Wayang kulit dibuat dari bahan kulit kerbau yang sudah diproses menjadi kulit lembaran, perbuah wayang membutuhkan sekitar ukuran 50 x 30 cm kulit lembaran yang kemudian dipahat dengan peralatan yang digunakan adalah besi berujung runcing berbahan dari baja yang berkualitas baik. Besi baja ini dibuat terlebih dahulu dalam berbagai bentuk dan ukuran, ada yang runcing, pipih, kecil, besar dan bentuk lainnya yang masing-masing mempunyai fungsinya berbeda-beda.


Namun, ada yang berbeda di Desa Margorejo. Pak Sumarsono dari Dusun II Desa Margorejo berhasil membuat sebuah inovasi baru dalam dunia perwayangan. Dengan kreativitasnya, ia mampu membuat wayang dengan bahan kertas. Wayang-wayang tersebut dapat digunakan sebagai pajangan atau hiasan bagi anda yang mengagumi keindahan dari wayang tersebut.
Pak Marsono memanfaatkan limbah-limbah kertas yang tidak terpakai sebagai media gambar wayangnya. Hal itu membuat limbah yang tadinya hanya terbuang percuma menjadi produk yang memiliki nilai seni dan nilai jual yang lebih baik. Untuk saat ini sudah banyak wayang kertas yang diproduksi oleh beliau. Harapannya, seni wayang tidak akan punah di Indonesia, melainkan tetap lestari dan dijaga.

Untuk informasi lebih lanjut tentang wayang ini bisa cek pada halaman berikut 
Wayang Kertas Marsono

Perayaan 17 Agustus

Berikut adalah rangkaian acara perayaan HUT RI yang ke 69 di Desa Margorejo

 Rekan-Rekan PKPM Desa Margorejo, Kecamatan Jati Agung sedang berjalan menuju lokasi Upacara Peringatan HUT RI ke 69.
 Tim Paduan Suara SMPN 2 Jati Agung
 Pasukan Pengibar Bendera Merah Putih oleh siswa/i SMPN 2 Jati Agung
 Tim PKPM IBI Darmajaya yang merangkap paduan suara untuk HUT RI di Desa Margorejo tahun ini. Dapat kesempatan yang luar biasa untuk jadi bagian dari mereka :D



 Prosesi Upacara yang diikuti oleh teman-teman PKPM IBI Darmajaya

Terakhir, sesi foto bersama bapak Kepala Desa Margorejo, Ketua Karang Taruna dan masyarakat desa Margorejo.





Peta Wilayah Margorejo

Tentang PKPM

Praktek Kerja Pengabdian Masyarakat (PKPM) adalah sebuah program dari IBI Darmajaya yang mengajak para mahasiswanya untuk menyalurkan ilmu yang dimilikinya untuk mengembangkan potensi-potensi yang dimiliki oleh masyarakat di daerah tempat mahasiswa-mahasiswa tersebut akan ditempatkan.
Pada awalnya PKPM ini hanya dilakukan oleh mahasiswa yang berasal dari jurusan Manajemen. Namun sejak Februari 2014, PKPM diikuti oleh seluruh mahasiswa IBI Darmajaya sebagai syarat memenuhi nilai Kerja Praktek. PKPM dilakukan karena adanya kesadaran dari institut akan pentingnya berbagi ilmu kepada masyarakat untuk membangun desa-desa yang maju baik dalam ilmu ekonomi maupun ilmu komputer.

PKPM 2014 periode kedua ini diselenggarakan di 3 daerah yang berbeda yaitu : Pesisir Barat, Pulau Pasaran dan Kecamatan Jati Agung. Dengan total ada 17 desa dan diikuti oleh 500 lebih mahasiswa IBI Darmajaya. Setiap kelompok terdiri dari 5 anggota, yang mengharuskan pesertanya mengembangkan potensi UKM-UKM yang ada di desa dimana mereka ditempatkan.

Sabtu, 30 Agustus 2014

Sejarah Desa Margorejo

Pada Tahun 1969, Bencana Gunung Merapi yang terletak di perbatasan Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta. Menyebabkan Masyarakat yang bermukim di sekitar Gunung tersebut kehilangan tempat tinggal dan mata pencaharian.

Pada tahun itu pulalah enduduk yang berasal dari lereng Gunung Merapi, tepatnya dari Wilayah Kabupaten Magelang dan Sleman di berangkatkan Transmigrasi ke Wilayah Lampung, Tepatnya di Kabupaten Lampung Selatan. Yang sekarang tinggal di Desa Margorejo Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan.

Pada saat itu Tahun 1969, Penduduk yang diberangkatkan Transmigrasi berjumlah 50 KK.
Waktu itu masih dibawah wilayah Kecamatan Kedaton Desa Margodadi. Mengingat Pertambahan Penduduknya yang sangat pesat, Kecamatan Kedaton pun di mekarkan menjadi 2 Kecamatan yaitu Kecamatan Kedaton dan Kecamatan Tanjung Bintang. Secara pembagian Wilayah Desa Margodadi Ikut Kecamatan Tanjung Bintang.

Demikian pula Kecamatan Tanjung Bintang, dengan Peningkatan Pertumbuhan Penduduk yang sangat pesat dan wilayah yang sangat luas akhirnya Kecamatan Tanjung Bintang pun dimekarkan menjadi 2 kecamatan yaitu Kecamatan Tanjung Bintang sebagai Kecamatan Induk dan Jati Agung menjadi Kecamatan Pemekaran. Pada Tahun 1987 masih kecamatan Perwakilan. Pada Tahun 1989 Kapercam Jati Agung diresmikan menjadi Kecamatan Jati Agung. Dengan demikian Desa Margodadi ikut ke wilayah Kecamatan Jati Agung.

Dusun Margorejo yang sekarang ini menjadi Desa Margorejo adalah merupakan Desa Pemekaran dari Desa Margodadi Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan. Yang pada waktu itu jumlah penduduknya hanya 50 KK, pada saat dimekarkan sudah menjadi 300 KK.

Pada tahun 2004 Desa margorejo misah dari Desa margodadi, sebagai PJS.Kepala Desa Bapak Sukirno, Sekretaris Desa M. Sodikun, Ketua BPD Mujianto, dan Ketua LPM Sugi Siswanto. Dan terdiri dari 3 Dusun.

Pada Tahun 2006 PJS. Kepala Desa di jabat oleh Bapak Budiyono, karena Bapak Sukirno Berprofesi sebagai Guru, maka PJS Kepala Desa dig anti.
Pada Tahun 2007 Bapak Budiyono Mengundurkan ddiri dari PJS Kepala Desa, Karena maju sebagai Balon Kepala Desa, dengan Pengunduran dirinya, maka PJS di Jabat oleh Bapak Hadi Dimyanto, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Urusan Pemerintahan.

Pada Tahun 2007 Desa Margorejo Mengadakan PILKADEAS yang pertama kalinya.
Pemilihan Kepala Desa waktu itu diikuti 2 Calon Kandidat Kepala Desa, yang pada akhirnya dimenangkan oleh Bapak Budiyono.

Pada Tahun 2007 itulah Desa Margorejo Benar-benar menjadi Desa Margorejo dengan dipimpin oleh seorang Kepala Desa hasil dari Pemilihan Kepala Desa. Yaitu Bapak Budiyono sampai dengan sekarang masih di jabat oleh beliau.

Minggu, 24 Agustus 2014

Desa Margorejo Kec.  Jatiagung - Peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-69 di sambut meriah oleh warga Margorejo berbagai perlombaan di gelar guna menyambut dan menyongsong hari jadi Indonesia salah satu kegiatan perlombaan nya adalah perlombaan bola volly putra dan putri antar dusun yang di ikutin oleh 4 dusun yaitu dusun 1 ,dusun 2,dusun 3,dan susun 4. perlombaan bola volly sendiri sudah dilaksanakan sebelum tgl17 agustus, karna perlombaan ini di gelar dalambentuk agregat point makamemerlukaan waktu yng lama.